2 Tim Pro-Lgbt Tumbang Oleh Wakil Dari Asia Di Piala Dunia Qatar!
Kabarnesia.com – Wales dan Jerman, 2 tim eropa yang serupa-sama sungguh pro dengan gerakan penyimpangan seksual LGBT (Lesbian Gay Transjender dan Transeksual), harus menelan kekalahan oleh 2 tim perwakilan asia pada penyisihan grup piala dunia qatar 2022!
Wales kalah 0-2 dari Iran, sementara Jerman kalah 1-2 oleh jepang. Kekalahan yang sulit siapa saja prediksi sebelumnya, bahkan oleh lawannya pesulap-pesulap merah! 😀
Karena bila mengacu pada hitung-hitungan atas kertas, ke-2 tim eropa tersebut, harusnya dengan gampang memimpin pertandingan! Namun, ternyata malah keok dengan 2 tim Asia itu. Apa mereka jadi lemas sebab mitra-kawan LGBT nya tidak boleh masuk stadion?! 😛
Jerman Protes Tutup Mulut Sebelum Bertanding
Qatar ialah negara muslim yang melarang keras adanya kampanye LGBT. Bukan pihak atau orang LGBT nya, tetapi kampanye untuk mempromosikan LGBT, yang ditentang semua agama, yang qatar musuh!
Karenanya, untuk mengakomodasi hal itu, FIFA selaku penyelenggara, secara mendadak, membuat peraturan untuk melarang seluruh atribut pelangi pada tiap pertandingan piala dunia 2022!
Hal itu ternyata menjadi materi protes oleh tim jerman. Sebelum bertarung mereka melaksanakan agresi tutup verbal seperti ini:

Pesan dari agresi tutup ekspresi adalah: “Mereka menilai suara-suara kaum yang mereka dukung (LGBT) terbungkam oleh peraturan FIFA yang akrab dengan tuan rumah, qatar!”
Ternyata malah sesudah melakukan agresi tutup ekspresi itu, jerman kalah 1-2 dari jepang. Terkabul benar agresi mereka alasannya adalah:
Awal pertandingan tutup lisan, selesai pertarungan dibungkam jepang!
Wales Protes Keras Atribut Pelangi Tidak Boleh Masuk Stadion!
Tidak cuma jerman, wales juga protes keras akan peraturan FIFA tersebut, hal ini diutarakan oleh instruktur wales yang protes bila ban kapten pelangi, gagal digunakan oleh kapten mereka: Gareth Bale!
“Kami tidak bahagia, tentu saja tidak. (Keputusan itu) sudah dibuat sangat telat kini menjelang pertarungan, sehingga itu berada di luar kontrol kami. Tidak ada yang mampu kami lakukan,” protes Robert Page, selaku pelatih timnas wales.
“Saya tidak akan mengambil risiko membiarkan Gareth Bale masuk ke lapangan sudah mendapat kartu kuning. Ini aneh!” ia melanjutkan protesnya.
Comments
Post a Comment